Pengabdian Terindah (reposted from my friend blog!^^)

Menemukan Saudara yang Hilang #3

image
Bandung, 4 Februari 2017
Day 4 & Day 5.
Bismillah.
Pagi sekali setelah sholat shubuh, kami sudah pergi ke rumah Ibu Ani untuk main bareng dengan Fathya dan Jasmine serta menumpang makan dirumahnya hehe. Berbincang-bincang sedikit bersama Ibu Ani dan bermain bersama Aldi –anak Ibu Ani- diteruskan dengan foto bersama! Tanggal 29 Desember 2016 adalah hari terakhir kami membina desa sebelum besoknya kami akan pulang ke kota. Tidak hanya dengan Ibu Ani, tetapi kami foto juga bersama warga yang sudah rela menyediakan makan, tempat, dan semuanya dengan sangat hangat.
image
image
Kegiatan mengajar dimulai kembali jam 9 seperti hari sebelumnya. Saat itu, kami mempersiapkan mental dan penampilan anak-anak agar mereka bisa percaya diri pada saat tampil di panggung.
image
Anak-anak sudah sangat tidak sabar untuk tampil di panggung, karena acara nanti akan dihadiri oleh masyarakat kampung Cibungur. Acara itu sendiri merupakan pentas seni yang berisi penampilan anak-anak dari setiap kelas. Namun, karena masyarakat terlalu awam dengan kata ‘pentas seni’, jadi kami mempublikasikan acara tersebut dengan ‘Perayaan Maulid Nabi’ agar tidak asing di telinga masyarakat. Maklum, masyarakat disini belum banyak mengenal hukum perayaan dari maulid itu sendiri.
image
image
Maka dari itu, isi dakwah yang kami ajarkan selama ini adalah ajakan kepada masyarakat  untuk bercermin pada perilaku / akhlak Rasulullah ï·º.
Waktu dzuhur, kami beristirahat sejenak untuk sholat dzuhur di masjid dan dilanjutkan dengan makan siang di rumah Ibu Ani juga istirahat sejenak. Saya sendiri lelah pada saat itu dan mengambil waktu istirahat sejenak dengan duduk di ruang tamu rumah Ibu Ani.
Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu. Kang Fahmi, TP, dan murid da’i sudah bersiap -bahkan bajunya sudah rapi siap tampil- untuk mulai latihan kembali. Akhirnya, saya meninggalkan rumah Ibu Ani dan melatih di sawah. Akan tetapi, karena dirasa sangat jauh, kami memilih rumah yang disinggahi oleh TP dan Iqbal untuk latihan. Kami latihan disana karena tidak di panggung :v *apasih Naaaa*. Alasan kami memilih untuk ‘bersembunyi’ karena untuk memberi para penonton kejutan pada saat mereka tampil.
image
Hisby yang rencananya liburan ke Purwakarta dengan pamannya akhirnya tidak akan tampil menjadi da’i. Tinggalah berempat. Sindy, Rohmah, Jujun, dan Rizky. Setelah Hisby plin-plan akan pergi atau tidak.
Penampilan terbaik akan disimpan di malam hari agar menarik perhatian warga, dan urutan penampil dari awal yaitu, Hisby, Rizky, Jujun, Sindy, dan Rohmah. Ya beberapa jam kemudian, Hisby akhirnya kembali menjadi da’i karena ingin tampil di panggung :”)
image
TP dan Hisby :”)
Puncak acara pun tiba, anak-anak bersemangat untuk tampil sesuai dengan kegiatannya yang diikutinya selama 3 hari kemarin. Sudah disiapkan stand untuk baca, stand gambar, stand paktikum (sains), dan bazar disebelah kiri panggung yang isinya baju layak pakai yang dibedakan menjadi 3 kelas. Ada kelas A dengan harga 30.000 rupiah yang masih sangat bagus, kelas B dengan harga 20.000 yang bajunya bagus, dan kelas C dengan harga 10.000 rupiah yang kelayakan bajunya standar. Acara ini dipandu oleh Iqbal dan TP.
image
image
image
Pentas seni dimulai setelah sholat ashar dan yang akan tampil sore hari dari kelas da’i ada Hisby, Rizky, dan Jujun. Penampilan mereka sejujurnya kurang memuaskan karena membaca teks dan kurang menguasai materi tapi harus saya akui bahwa mereka hebat sudah berani tampil.
Lalu ada juga dari kelas sains, mereka melakukan percobaan dihadapan banyak orang. Kagum sekali dengan aksi mereka. Mereka bisa tampil apa adanya, tidak kaku dan berani menunjukkan keahliannya masing-masing.
image
image
Disela-sela pementasan, saya bermain bersama Abdul yang usianya seumuran dengan anak TK. Lucu sekali anaknya saking polosnya anak ini. Lalu, kami juga menyempatkan untuk makan bersama-sama. Sistem prasmanan seperti di undangan untuk mengambil makanannya.
image
Abdul dengan V Sign
Acara berhenti sejenak saat waktu maghrib. Hari sudah mulai gelap, orang-orang saling berdatangan dan banyak juga pedagang mainan serta pedagang makanan yang ikut meramaikan acara. Hingga pada waktu isya, saya kira akan berhenti sejenak juga untuk sholat. Ternyata, acara dilanjutkan sampai selesai. Dua penampil terbaik akan segera tampil dan saya beri mereka semangat di depan agar mereka tidak terlalu tegang. Saya menonton rangkaian acara hingga hampir selesai, ada atraksi api dari kelas sains, puisi, dan teater. 
image
Latihan Terakhir
Setelah itu, pengumuman pemenang hadiah bagi anak terbaik dari kelas da’i, gambar, dan puisi. Selebihnya hadiah tersebut diberi untuk doorprize dan untuk ikhwan-akhwat terbaik. Isi acara itu pun berisi tanda terima kasih dari Karisma kepada para warga karena telah menerima kami dengan baik. Sebelum ditutup dengan ceramah ustaz dari luar, kami berencana untuk menyanyikan lagu ‘Sebiru Hari Ini’ yang dibawakan oleh Edcoustic. Namun, karena suatu kendala akhirnya kami tidak jadi tampil :D.
image
Hari itu ditutup dengan forum!!!!! Berberapa temanku nangis pada saat itu karena tidak terasa acara ini akan berakhir. Saya sendiri merasakan hal yang sama dengan yang lain, tapi entahlah saya tidak bisa nangis saat itu. Kami bersuara mengungkapkan kesan pesannya masing-masing. Di tengah-tengah forum, Teh Novi beri kami bunga dengan sepucuk surat berbentuk hati. Sayangnya, surat yang saya terima itu hilang entah kemana .  
image
Punya Orang
Di waktu acara berlangsung, saya merasakan badan sudah tidak fit. Batuk dan sudah mulai pusing. Benar saja, pada malam hari saat ingin tidur, tubuh saya sudah panas dan hanya bisa ditangani dengan kompresan instan yang saya bawa saat itu. Untungnya saya pindah ke rumah yang lebih sepi, ke rumah Ibu Ani :).
Esok hari, sudah agak mendingan walaupun malamnya benar-benar kesusahan saat tidur. Kami diberi minuman jahe merah -dan tumpah karena ketendang -_- - kalau tidak salah dan disiapkan makanan untuk kami –akhwat yang menginap di rumah Ibu Ani-. Aldi ikut makan juga disana. Aldi saat itu bawa mainan yang dibelinya tadi malam. Semoga mainan itu menjadi obat kerinduan saat kami pulang, karena dia sangat exciteddengan adanya kehadiran kami dan mungkin merasa kehilangan saat kami pulang.
Kami bersiap-siap untuk pulang, dan cek barang terlebih dahulu. Tidak lama disana, kami pun langsung pamit. Ibu Ani menangis saat itu karena rumahnya menjadi sepi kembali. Kami berpamitan juga pada keluarga Pak Dalimi dan disitulah saya baru merasa haru dan sedih, bukan karena perpisahan tersebut. Akan tetapi, saat saya berpisah dengan anak Pak Dalimi, Risma, yang kira-kira masih 2 tahun, di waktu itu adalah golden moment untuk saya karena bertemu anak yang lucu yang bisa jadi saat bertemu dia kembali, Risma tidak sepolos dan selucu saat saya bertemu dengannya. Kami juga berpamitan dengan anak-anak yang pagi sekali sudah diluar melihat kami bersiap-siap untuk pulang kembali ke kota. Rasanya sulit untuk berpisah dengan mereka, hingga anak-anak perempuan pun menangis.
image
Pertemuan dengan Risma di Hari Kedua
“Nanti, kalo ke kota jangan lupa ke Salman ITB yaa” pesanku. Itu saja untuk mencairkan suasana. 
Jam 8, kami pun pulang ke kota Bandung dengan menyewa angkot kembali. Namun, sebelumnya kami menyempatkan foto bersama.
image
image
Sampai di Salman, kami akhirnya beristirahat dan juga meminta dokumentasi selama disana. Saya sendiri pulang ke rumah sekitar jam 12.
image
That was the greatest time.
2 Notes  4th February   ReblogShare

Menemukan Saudara yang Hilang #3

Bandung, 4 Februari 2017
Day 3.
Bismillah.

image

Hari ke-3, diawali sama seperti hari sebelumnya, dan……. akhirnya…….. bisa sarapan juga! Yeay! Saya dan Nada pergi ke rumah Pak Dalimi untuk sekadar sarapan saja, karena diajak oleh Teh Izza dan Teh Novi untuk makan disana *maafkan kami pak :(*. Setelahnya, kami kembali ke TBM untuk keperluan pribadi dan lain-lain. Kegiatan mengajar kami akan dimulai pukul 9 pagi. Alasannya, karena kami ga ada kerjaan pagi-pagi, saat kegiatan membantu orang tua asuh kami. Jadi, kami memilih untuk memajukan jam, dari jam 12 ke jam 9 hingga adzan ashar diselingi sholat dzuhur.
Waktu mengajar pun dimulai, mereka sedikit demi sedikit mulai lancar untuk berdakwah tanpa melihat teks, meskipun banyak sekali keluhan mereka karena terlalu panjang dan diksinya terlalu sulit bagi mereka. Tapi saya dan TP harus bisa meyakinkan mereka bahwa mereka pasti bisa. Caranya adalah memberi motivasi ala-ala dari kami haha. Ternyata motivasi itu kurang mempan bagi mereka. Hingga akhirnya, kami merubah kata-kata tersebut agar menjadi mudah bagi mereka.
Saya mewajibkan mereka untuk menghafal dalil dari Surah Al-Ahzab: 21 yang artinya Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan dia banyak menyebut Allah”
Tetap saja ada yang mengeluh,
“Teh, susah aaah teeh bisa diganti gak kata-katanyaa”, katanya
“Gak bisaaa ini arti Al-Qur’an gak bisa diganti-ganti” jawabku
Dan akhirnya pun dia mengalah hehe. Terkadang mereka juga sangat bosan. Jadi saya memutuskan untuk memberi permainan yang garing lagi :|.

image
image

Foto-foto kegiatan mengajar di kelas lain

image
image
image
image

Ada satu masalah yang terjadi saat itu, Ihat pindah ke kelas sains dan Hisby berencana untuk pergi ke liburan ke Purwakarta bersama pamannya. Mau gak mau harus merelakan mereka pergi :”). Kegiatan hari ketiga tidak sesibuk hari kedua, karena kami hanya melancarkan bagian yang mereka belum kuasai. Jadi, kami bebaskan mereka untuk keluar masuk kelas asalkan bisa lebih baik dan lancar dari hari kemarin.
Kegiatan mengajar selesai saat ashar. Setelah sholat ashar, kami pergi ke TBM untuk menyiapkan hadiah untuk anak-anak yang sudah mengikuti kegiatan selama kurang lebih 3 hari ini. Hadiahnya untuk peserta dan hadiah untuk calon juara, ada baju yang layak pakai, boneka, dan juga makanan. Saya sendiri ditugasi untuk membuat quotes yang nantinya akan ditempelkan di hadiah agar menjadi penyemangat untuk mereka. Gampang-gampang susah sih…. Terutama quotes untuk anak-anak.


Menjelang maghrib kami bersiap-siap untuk sholat maghrib. Dilanjutkan dengan mengikuti pengajian anak-anak di desa tersebut. Hari itu, Kang Aip yang mengisi pengajian tersebut. Setelah itu, kami melaksanakan sholat isya berjamaah di masjid, dan seperti biasa hari itu diakhiri dengan evaluasi dan mempersiapkan puncak acara untuk esok hari sekaligus acara penutupan dari Karisma ITB
P.S. Untuk makan, dari siang hingga hari kelima, kami pergi ke rumah Ibu Ani -sebelah rumah Pak Dalimi dan orang tua asuh Fathya dan Jasmine- karena beliau sangat ramah, pengertian dan Insya Allah gak keberatan membuatkan kami makanan. Terima kasih banyak Bu Ani :”)

image

Fathya, Nada, gapapa? =))

image

Teruntuk anak ini…… terima kasih karena membuat hari-hari kami senang dan susah dibuat olehmu =))
1 Notes  4th February   ReblogShare

Menemukan Saudara yang Hilang #3

Bandung, 1 Februari 2017
Day 2.
Bismillah.
Lanjut di hari ke-2. Dini hari, kami bangun jam 3 pagi untuk qiyamul lail dan sholat shubuh berjamaah di masjid serta mentoring kecil. *Coba aja kalo dirumah tiap hari kayak gini :|*
Dilanjutkan dengan jalan pagi bersama teman saya, Nada, menelusuri desa Cibungur yang masih terjaga keaslian desanya dan mencari makan di pagi hari. Entah kenapa, orang tua asuh kami hanya menyediakan tempat untuk tidur dan kamar mandi saja. Sedangkan, untuk makan kami harus cari sendiri :(. *tamu tak tahu malu*. Kemudian, kami mengikuti kegiatan di rumah warga. Yaa seperti membantu pekerjaan mereka di rumah masing-masing bersama orang tua asuh sekaligus mempersiapkan materi untuk kegiatan mengajar di siang hari. Oh iya, teman-temanku mengajar di kelas mereka masing-masing. Seperti Fathya di kelas gambar bersama Sri, Rina mengajar di kelas puisi, Iqbal mengajar di kelas sains, Nada mengajar di kelas teater, dan saya sendiri bersama Syifa mengajar di kelas da’i.

image
image

Masjid di Cibungur

image
image

Rumah sementara + TBM

image

Persiapan
Setelah sholat dzuhur, saya mengantar Nada ke rumah Pak Dalimi untuk meminjam kunci madrasah, karena Pak Dalimi adalah seorang ketua DKM di desa tersebut. Namun, saat tiba di rumah Pak Dalimi, kami menemukan Pak Dalimi dan keluarga beserta Sri dan Rina sedang makan siang. Kami yang benar-benar sedang kelaparan dengan polosnya menerima ajakan mereka untuk makan =))
Setelah makan, kami pun bergegas untuk mengajar. Di kelas da’i, saya dan partner saya Syifa atau TP, menemukan anak yang sangat luar biasa semangatnya. Ada Sindy, Hisby, dan Rizky. Ya, awalnya hanya bertiga.

image
image
image
image

Foto-foto dibawah adalah kegiatan teman-teman saya di kelas lain.

image
image
image

Pada saat mengajar, kami dibantu juga oleh Kang Fahmi. Awalnya kami agak grogi sih untuk mengajar, tapi dibawa santai saja agar tidak teralu kaku. Kami terlebih dahulu menjelaskan pengertian dari da’i itu sendiri. Namun, karena teorinya sedikit, kami langsung mencoba untuk langsung praktek. Saya memberi mereka teks untuk menjadi acuan mereka tampil berdakwah nanti. Saya targetkan mereka untuk bisa menghafal pidato selama 3 hari hingga sebelum mereka tampil. Mereka sangat kesusahan untuk menghafal. Akhirnya, kami mencoba untuk memberikan mereka sedikit gerakan agar tidak terlalu kaku dan mudah mengingatnya. Lucu sekali cara mereka menghafalkan teks pidato. Di tengah-tengah kegiatan, setelah sholat ashar, bertambahlah jumah anak yang ingin mengikuti kelas da’i. Ada Jujun, Ihat, dan Rohmah. Alhamdulillah……

image

Tak hanya itu saja kegiatan kami. Terkadang diselingi juga dengan berbagai macam permainan dari saya dan TP, meskipun akhirnya agak sedikit… garing hehe. Kegiatan mengajar kami berakhir satu jam sebelum adzan maghrib.
Setelah berlalah-lelah ria, Saya dan Nada beristirahat di TBM dan teman-teman saya yang lainnya beristirahat di rumah masing-masing. Tak disangka. Di TBM, kami menenukan tango berikut dengat tulisan yang memberi semangat untuk kami dari Teh Fitri dan Teh Tonnah. Terima Kasih Teh:”)))). 


Adzan maghrib berkumandang, kami segera pergi ke masjid untuk sholat maghrib berjamaah. Setelah selesai, kami pun disuruh untuk mengajar ngaji anak-anak. Agak kaget sebenarnya, karena harus mengajar kembali. Ngajar ngaji pula. Akan tetapi, hal itu justru menjadi satu tantangan yang harus saya hadapi. *Cielah*. Kegiatan ini berakhir hingga isya.   
Ba’da isya, kami pergi ke TBM untuk evaluasi hari kedua dan mempersiapkan energi untuk esok hari!
P.S. tambahan foto artistik oleh temanku!(Nada)

image
image
image
image
2 Notes  1st February   ReblogShare

Menemukan Saudara yang Hilang #3

Bandung, 1 Februari 2017
Day 1
Bismillah…
Hari ini saya ingin menceritakan tentang pengalamanku di Desa Cibungur pada acara Gerakan Membangun Desa yang diadakan Karisma ITB. 
Oh ya, sebelumnya, mengapa saya tulis judul ‘Menemukan Saudara yang Hilang #3′? karena, dari acara tersebut saya seperti menemukan keluarga yang tidak pernah ditemukan di tempat lain. Rasanya, baru beberapa hari kenalan tetapi rasanya seperti sudah akrab banget!
Pertama, kami persiapan di Masjid Salman ITB sekitar jam 7. Acara ini dihadiri oleh panitia dan juga pembina. Panitia terdiri dari siswa SMA yaitu, ada saya, Nada, Fathya, Jasmine, Iqbal, Sri, Rina, dan Syifa atau yang biasa dipanggil TP. Sedangkan untuk pembina, terdiri dari mahasiswa dari beberapa universitas dan institut. Lalu, kami briefing dan olahraga terlebih dahulu bersama Kang Faiq serta memeriksa keperluan untuk pergi ke desa. Setelah itu, kami keluar untuk foto-foto sebelum keberangkatan. 

image

Kami pergi dengan menyewa angkot. Angkotnya sendiri ada 3, 1 angkot untuk adik karisma, 1 angkot untuk barang-barang kami, 1 lagi…… untuk apa ya lupa hehe. Barang bawaan saya sendiri terbilang banyak. Saya sendiri rasanya seperti orang yang paling riweuh saat itu, karena saya bawa 1 travel bag yang bisa dijadikan koper, 1 tas ransel, dan 1 tas jinjing.

image

Kami berencana tinggal di desa selama 5 hari 4 malam. Singkat cerita, tibalah kami di TBM (Taman Baca Masyarakat) yang dijadikan basecamp untuk kami. Disana, kami istirahat terlebih dahulu sebelum pembagian tempat tinggal di rumah warga dan menunjukan kartu untuk validisasi panitia dan pembina yang hadir. Sudah hadir juga anak-anak yang sudah menunggu kedatangan kami. Mereka masih malu-malu untuk bertemu kami, hingga akhirnya kami yang mengajak mereka terlebih dahulu untuk berkenalan.

image

Saat pembagian tempat tinggal, kami berdiskusi tentang teman serumah. Saya tinggal bersama Nada dan Teh Izza dan mendapat rumah yang satu atap dengan TBM. Bisa dibilang tinggal di basecamp, jadi tidak harus jalan jauh.
Setelah dzuhur, kami pergi ke SDN Cibungur untuk mempersiapkan pembukaan GMB (Gerakan Membangun Desa) yang nantinya akan mengundang anak-anak SD dan SMP serta tokoh masyarakat juga. Persiapannya kurang lebih 3 jam. Ada yang sedang mempersiapkan makanan dan air yang sudah disediakan, Jasmine yang sedang menggambar di papan tulis untuk pembukaan dan disana terdapat pula anak-anak yang sedang bermain bola dengan kakak Karisma.

image
image
image

Pembukaan dimulai setelah sholat ashar, pembukaan diadakan di salah satu kelas SDN Cibungur. Rangkaian acaranya itu sendiri ada sambutan dari Karisma ITB dan sambutan masyarakat di desa tersebut. Saat sambutan dari Ketua RW, Ketua RW mengatakan bahwa ia merasa sangat haru dan bangga bahwa ada remaja yang ingin membangun desa di daerah tersebut dan didukung dengan logo api yang mencirikan semangat membara para pemuda. *aaaah bapeer disitu jugaaa :’))))* . Pada penghujung acara, kami mengajak anak-anak untuk bernyanyi!
Kemudian, selesai pembukaan acara, kami pulang ke rumah masing-masing untuk persiapan sholat maghrib. Setelah itu, kami mengajak anak-anak pergi ke TBM untuk mendaftarkan diri mereka pada kegiatan esok hari. Kegiatan hari kedua nanti akan ada kelas untuk gambar, sains, puisi, da’i dan teater. Alhamdulillah, meskipun sedikit yang daftar kelas da’i, tidak menjadi penghalang untuk saya mengajar anak-anak untuk berdakwah. Setelah itu, ada kuis yang diadakan oleh Kang Aip untuk anak-anak. Hadiahnya yaitu, makanan. Mereka semangat banget padahal hadiahnya hanya makanan, tapi semangat mereka tak pernah luntur!

image
image

Kegiatan hari pertama ditutup dengan briefing tentang teknis acara keesokan harinya.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

2017's popular films by IMDb posted by Nadila Pradana Fahyan